Booking Online Pendakian Gunung Semeru

Booking Online Pendakian Gunung Semeru

Gembel-Adventure.blogspot.com - Kabar Gembira buat anda yang berniat untuk mendaki Gunung Semeru, namun masih bingung dengan permasalahan pendaftaran atau booking. Website resmi yang pernah beberapa bulan dalam perbaikan kini telah dapat di gunakan kembali. Situs resmi yang beralamat di http://bromotenggersemeru.org/ kini telah dapat anda gunakan kembali untuk melakukan pendaftaran pendakian Gunung Semeru Jawa timur secara Online. 
Sebelum anda melakukan booking atau pendaftaran, anda saya saran kan membaca beberapa ketentuan yang telah di atur oleh pihak TNBTS.

  • Sebelum melakukan registrasi, bagi setiap individu/kelompok yang ingin melakukan pendakian di Bromo tengger Semeru dipersilahkan untuk mencermati tata cara registrasi dengan seksama. Kewajiban dan larangan bagi pendaki merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi calon pendaki untuk mendapatkan Surat Ijin Memasuki Kawasan Konservasi (SIMAKSI).

  • Peraturan pendakian merupakan rambu-rambu yang harus diikuti oleh pengunjung saat berada di dalam kawasan TNBTS meliputi Larangan dan Sanksi yang dikenakan bila melanggar peraturan pendakian.

  • Jam Pelayanan Konfirmasi:
    Pukul: 07.30 WIB - 15.30 WIB

  • Setiap pengunjung pendakian yang memasuki kawasan TNBTS dilarang :
  • - Mengambil memetik memotong tumbuhan dan atau bagian-bagiannya serta benda-benda  lainnya.
    - Menangkap melukai dan atau membunuh satwa yang ada dalam kawasan
    - Membawa binatang ke dalam maupun keluar kawasan
    - Membawa minuman keras atau beralkohol 
    - Membawa obat-obatan terlarang seperti putau, heroin, ganja dan sejenisnya.
    - Membawa alat musik dan alat bunyi-bunyian lainnya.
    - Membawa alat elektronik seperti radio komunikasi (Handy Talky) radio tape dll, kecuali jam tangan 
    - Membawa senjata api senapan angin bahan peledak dan senjata tajam lainnnya.
    - Membawa alat-alat yang lazim digunakan untuk berburu seperti senjata api senapan, panah dll.
    - Membawa bahan detergen dan bahan pencemaran lainnya yang membahayakan bagi lingkungan
    - Membawa berbagai jenis cat termasuk cat semprot dan jenis pewarna lainnya
    - Melakukan vandalisme perusakan fasilitas wisata dan tempel menempel pada kawasan
    - Membuang sampah dalam kawasan dan tidak membawa turun kembali sampah bawaannya
    - Membuat api unggun dan atau perapian di dalam kawasan yang dapat menimbulkan kebakaran hutan.
Untuk melihat kouta yang tersisa, anda dapat mengunjungi link ini CEK KOUTA
Untuk melakukan pendaftaran atau booking pendakian, anda bisa mengunjungi link ini BOOKING ONLINE

Keep Semeru.
Salam Lestari.
Semoga Bermanfaat.

Sumber : http://bromotenggersemeru.org

Gunung dan Romantisme


Gunung dan Romantisme
Entah kenapa Gunung banyak di kaitkan dengan sebuah romantisme, apakah karena pemandanganya indah sehingga berkesan romantis, atau ada alasan lain yang bisa menjabarka itu semua. Menurut saya hubungan antara gunung dan romantisme adalah masalah penilaian pribadi diri kita masing-masing. 

Mungkin ada orang yang tidak setuju ada keterkaitan antara Gunung dan romantisme. Tapi banyak pula orang yang bercerita bagaimana kisah roman mereka saat melakukan pendakian. Banyak hal yang menjadi dasar dan alasan mereka mengatakan hal itu. 

Disini saya hanya akan berbagi beberapa kalimat tentang kisah kecil sebuah Gunung dan romantismenya.


  1. Mitos tanjakkan cinta di Gunung Semeru.
    Tanjakkan cinta mulai banyak dikenal masyarakat luas setelah beredarnya film kontroversial 5 cm. Di film tersebut di terangkan bahwa barang siapa yang dapat menaiki tanjakkan cinta tanpa menoleh ke belakan, maka ia akan mendapatkan cinta sejatinya.  

    Semua itu kembali pada diri anda masing-masing, mau peraya atau tidak. Menurut saya cinta sejati akan datang jika kita mau berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkanya. Ia akan datang saat Tuhan sudah menghendaki waktunya.

  2. Edelweiss Bunga Keabadian.
    Bunga edelweiss yang sering di juluki juga dengan bunga keabadian juga erat dihubungkan dengan sebuah romantisme atau kisah percintaan. Bahkan parahnya mereka yang tidak peduli pada kelestarian bunga edelweiss sering memetiknya kemudian memberikanya pada kekasihnya sebagai tanda cinta.

    Ingatlah kawan, bunga edelweiss akan tetap abadi jika di dibiarkan hidup di alamnya. Jika kita memetiknya maka ia akan mati, punah dan tak abadi lagi. Sama alam saja dia tidak sayang, apalagi sama kamu ??

  3. Menemukan cinta saat mendaki.
    Saya juga sering mendengar cerita tentang teman-teman yang menemukan cintanya saat melakukan pendakian. Mereka bertemu di Gunung A, kemudian bertunangan di Gunung B, dan mungkin pre-wedding di Gunung C. Semoga alam bisa memperkokoh cinta kalian dan cinta kalian juga akan kokoh kepada Alam.
  4. Menunjukkan cinta dengan mendaki.
    Kalimat yang sekarang sering saya temukan di sosial media adalah "mendakilah bersamaku, maka kau akan tau bagaimana aku menjagamu". Menurut saya ini juga menjadi sebuha hal positif tentang bagaimana seseorang menunjukkan keseriusanya kepada kekasihnya atau pasanganya dengan melakukan pendakian bersama dengannya.

    Karena memang dengan mendaki karakter kita akan benar-benar terungkap dan bagaimana anda akan menyakinkanya juga bisa anda lakukan dengan mendaki bersama pasangan. Bagaimana anda mempertaruhkan jiwa raga untuk melindunginya dari badai dan hujan , panas terik di Gunung. Ini dapat digunakan sebagai gambaran kehidupan masa depan yang akan penuh tantangan dan rintangan yang mungkin akan anda hadapi saat berkeluarga.
  5. Mengungkapkan cinta saat mendaki.
    Hal ini mungkin juga banyak yang melakukanya. Saat melakukan pendakian mungkin memang saat yang tepat untuk mengungkapkan cinta. Saat dimana kita ditemani dengan bentangan pemandangan indah yang menambah "kesan romantis" juga merupakan nilai lebih untuk melakukan hal tersebut. Selain itu di Gunung juga dapat melambangkan sebuah "kesungguhan" kita dalam mengunkapkan perasaan pada orang yang kita sukai.

    Yang tidak kalah penting adalah bukan hanya romantisme kita kepada pasangan atau kekasih tetapi romantisme kita kepada Tuhan Sang Pencipta alam yang begitu romantis mempersembahkan alam yang indah ini untuk kita. Kewajiban kita adalah menjaga alam ini agar anak cucu kita juga bisa merasakan bagaimana Tuhan dengan perantara alam-Nya begitu romantis menyapa kita, hanba-Nya.

    Salam Lestari.

Gunung yang cocok untuk Ekspedisi Merah Putih (17 Agustus)

Gunung yang cocok untuk Ekspedisi Merah Putih (17 Agustus)
Foto : www.parokijumapolo.com

Perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh tanggal 17 Agustus setiap tahunya merupakan momen yang berharga bagi masyarakat bangsa Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus di jaaran pemerintahan sudah pasti mengadakan upacara sakral peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang di Gelar dengan meriah dan di ikuti oleh jajaran pemerintahan mulai dari Pemerintah TNI, POLRI, sampai pelajar dari tingkat SD sampai Perguruan tinggi.

Para pendaki gunung dan pecinta alam juga tidak kalah dalam mengungkapkan rasa bangganya terhadap bangsa ini dengan melakukan napak tilas perjuangan bangsa menuju kemerdekaan dengan pendakian atau ekspedisi Merah Putih yang di lakukan dengan mendaki Gunung lalu mengadakan upacara bendera di puncaknya.

Diantara beberapa gunung saya akan menuliskan beberapa yang menurut saya paling populer untuk pendakian atau ekspedisi merah putih. 
  1. Gunung Semeru Jawa Timur.
    Tanpa terinspirasi dari film 5 cm, Gunung semeru merupakan Gunung tertinggi di pulau Jawa. Pada saat momentum peringatan hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus, Gunung ini tidak pernah absen melakukan upacara peringatan hari kemerdekaan RI. Di Gunung semeru tempat yang paling cocok untuk mengadakan upacara adalah di Puncak Mahamerunya, namun pihak Pengelola biasanya memperbolehkan untuk mengadakan upacara di Ranu Kumbolo. Saya pribadi tidak menyarankan anda memilih semeru saat 17 Agustus, karena sudah pasti sangat ramai pendaki.
  2. Gunung Sindoro Jawa Tengah.
    Gunung Sindoro juga selalu ramai pendaki saat musim pendakian, terutama tanggal 17 Agustus saat peringatan Hari Kemerdekaan RI. Gunung Sindoro memiliki puncak yang cukup luas, kurang lebih hampir 2 kali luas lapangan Sepak Bola, jadi sangat cocok untuk melakukan unpacara peringatan jika anda ingin melakukan pendakian masal atau Pendama saat momentum hari kemerdekaan Republik Indonesia.
     
  3. Gunung Lawu Jawa Tengah.
    Gunung yang sering dikunjungi para peziarah ini juga cocok untuk melakukan pendakian masal atau pendama dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Di puncak Gunung Lawu terdapat menara atau Tugu yang sering di sebut dengan Hargo Dumilah yang terpasang bendera merah putih di tiangnya. Gunung Lawu bisa menjadi alternatif untuk anda jika mau merayakan Hari Kemerdekaan di Puncak Gunung.
  4. Gunung Sibayak Sumatra Utara.
    Gunung yang memiliki ketinggian 2.094 mdpl ini merupakan Gunung yang setiap tahunnya selalu di jadikan tempat untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia oleh para pendaki Gunung maupun Pecinta Alam di Provinsi Sumatra Utara. Gunung Sibayak berada di dataran tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

    Namun pada hakikatnya dimanapun kita merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bukanlah hal yang teramat penting. Hal yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memaknai perjuangan para pejuang yang mempertaruhkan jiwa raga untuk mencapai dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Kita harus bisa mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif dan produktif, demi menghargai perjuangan para Founding Father bangsa Indonesia. Kita tidak perlu mengangkat senjata untuk menghargai perjuangan mereka, cukup jaga negeri yang indah ini, jaga kelestarian alamnya dan lakukan hal kecil untuk perubahan besar bangsa ini. Lakukan hal-hal yang positif, bekerja lebih giat dan belajarlah lebih rajin.

    Terakhir, kita kembali mengingat kata kawan kita Soe Hok Gie "Anak muda yang sehat dan cerdas selalu sibuk bereksperimen, mencoba dan menguji khayalan dan impian mereka. Anak muda yang pasif, akan menua menjadi orang dewasa yang takut mencoba tapi tidak takut mengeluh. Semua kehebatan masa depan harus dibangun di masa muda."

    Merdeka !!
    Salam Lestari Indonesiaku

Larangan yang sering diabaikan para Pendaki Gunung

Larangan yang sering diabaikan para Pendaki Gunung
Mendaki Gunung merupakan aktifitas yang berhubungan langsung dengan alam dan dengan kehidupan di dalamnya. Untuk dapat menjadi tamu yang baik di alam, kita sebagai Pendaki juga harus memiliki beberapa aturan dan larangan. Hal ini ditujukan untuk menjaga kelestarian alam nya juga, selain itu juga untuk menghormati adat istiadat penduduk setempat tentang alam atau Gunung tersebut. Larangan ini biasanya sudah tertulis jelas di Papan besar di Basecamp pendakian.

Dari pengalaman saya saya akan menguraikan beberapa larangan atau pantangan yang sering di abaikan oleh para Pendaki Gunung, larangan itu antara lain :
  1. Dilarang membawa alat musik di Gunung
    Hal ini mungkin agar tidak memnggangu hewan-hewan di gunung tersebut, atau mengganggu mahluk yang lain, tapi hampir di semua Gunung menerapkan aturan ini. Saya sendiri masih heran melihat masih banyak pendaki yang membawa alat musik saat naik gunung. Apakah tidak merepotkan dalam berjalan ? Apakah mereka tidak tahu atau tidak mau tahu tentang larangan tersebut. Saya sarankan agar anda tidak melakukan hal yang melanggar larangan yang sudah di buat oleh warga sekitar Gunung tersebut.
  2. Dilarang berkata kotor, sombong atau takabur.
    Saya sendiri sering menemukan pendaki yang masih berbuat demikian. Paling banyak adalah pendaki yang berkata kotor dan tidak pantas. Larangan ini mungkin sebenarnya bertujuan untuk menghargai penghuni 'asli' tempat tersebut. Kita hanya pendatang atau tamu, maka berlakulah sebagai tamu yang baik.
  3. Dilarang mencorat-coret bangunan, tumbuhan maupun bebatuan selama pendakian.
    Larangan ini juga merupakan larangan keras yang masih banyak diabaikan oleh para Pendaki Gunung. Larangan ini sebenarnya sudah jelas terpampang di Papan Informasi di Basecamp pendakian. Namun masih banyak saja pendaki yang membandel dan melakukan tindak vandalisme.
  4. Dilarang membuang sampah di Gunung
    Naik membawa sampah, maka turunpun anda harus membawa sampah kembali. Ini salah satu hal mendasar dan larangan keras yang masih saja dilakukan para Pendaki yang tidak menghargai alam yang di dakinya. Selain itu yang tidak kalah penting adalah anda sebagai pendaki yang sudah sadar akan hal ini tidak berani menegur atau mengingatkan jika masih ada pendaki lain yang melakukanya. Mulai sekarang, jangan ragu untuk menegur pendaki yang masih nyampah di Gunung.
  5. Dilarang memetik bunga edelweiss
    Larangan terakhir inilah yang paling miris menurut saya. Masih ada saja yang tega memetik bunga abadi tersebut. Edelweiss di sebut sebagai bunga jika ia di biarkan dan di jaga agar tetap abadi hidup di habitatnya, tanpa kita merisaknya apalagi memetiknya.

    Selain itu juga kita yang sudah menyadari hal ini harus berani tegas dalam memperingatkan pendaki lain yang masih tega memetik indahnya bunga edelweiss. Anda tidak perlu sungkan, karena anda berbuat dengan dasar yang kuat.

    Maka pepatah yang mengatakan bahwa "Jangan bunuh apapun, kecuali waktu. Jangan ambil apapun   kecuali gambar. dan Jangan tinggalkan apapun kecuali Jejak" merupakan pepatah yang sudah sangat tepat untuk kita pahami dan kita terapkan saat kita melakukan pendakian.

    Terima kasih
    Salam Lestari Alamku.

Prosedur Booking Online Pendakian Gunung Gede Pangrango

Prosedur Booking Online Pendakian Gunung Gede Pangrango
A. Kuota
Jumlah pengunjung pendakian di TNGGP ditetapkan dengan sistem kuota yaitu sebanyak 600 orang/hari dengan rincian pada masing-masing pintu masuk pendakian sebagai berikut:
  1. Pintu Masuk Mandalawangi Cibodas 300 orang/hari
  2. Pintu Masuk Gunung Putri 200 orang/hari
  3. Pintu Masuk Selabintana 100 orang/hari

B. Pengajuan Ijin Pendakian
Perijinan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan pertama kali oleh para calon pendaki di kawasan TNGGP. Perijinan ini bertujuan untuk mewujudkan tertib administrasi sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada pengunjung dan merupakan keabsahan sebagai pengunjung TNGGP.
Perijinan untuk pendakian di Balai Besar TNGGP dilaksanakan dengan sistem Booking (Reservasi), dengan ketentuan sebagai berikut :
  1. Booking diberlakukan bagi pendaki yang berasal dari dalam negeri (WNI) atau pendaki luar negeri yang memliki KITAS dan bertempat tinggal (residen) di Indonesia.
  2. Bagi calon pendaki dari luar negeri (WNA) tidak diberlakukan sistem booking.
    Mengingat pertimbangan tertentu antara lain keterbatasan waktu tinggal di Indonesia dan meningkatkan kegiatan kepariwisataan pada skala internasional / promosi ke Indonesia khususnya ke TNGGP.
  3. Booking dilakukan paling cepat 1 (satu ) bulan sebelum tanggal pelaksanaan pendakian dan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelumnya (H-30 sampai dengan H-7).
  4. Konfirmasi kepastian dari booking harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum tanggal pendakian (H-7), jika sampai H-7 tidak ada konfirmasi, maka booking dianggap batal.
  5. Apabila sebelum H-7 kuota sudah terpenuhi, maka calon pendaki yang akan membooking dimasukan pada daftar cadangan.
  6. Apabila sampai H-7 masih tersedia kuota, maka calon pendaki masih diijinkan sampai H-3
  7. Apabila pada hari H masih tersedia kuota, maka calon pendaki dapat diijinkan naik pada hari tersebut.
  8. Booking diharuskan membayar sebesar 30 % dari biaya total. Pelunasan pembayaran dilakukan pada saat pengambilan SIMAKSI.
  9. Booking dilakukan secara online dengan mengisi aplikasi di http://booking.gedepangrango.org/ .
  10. Booking akan valid atau sah apabila dilampirkan bukti setoran yang kami terima melalui e mail booking@gedepangrango.org minimal H-7 atau H -3 jika quota masih tersedia.
  11. Bila karena sesuatu hal yang berasal dari calon pendaki, membatalkan pendakiansecara sepihak maka pembayaran booking tidak dapat dikembalikan.

a. Online
Booking melalui sistem online dapat dilakukan dengan mengunjungi situs www.gedepangrango.org dan mengklik pelayanan booking online atau http://booking.gedepangrango.org/ dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Booking online dilakukan melalui 4 tahap yakni a) kewajiban, hal yang dilarang dan persetujuan, b) mengisi quis, c) mengisi data ketua kelompok dan anggota, d) persetujuan pembayaran dengan pilihan : belum menentukan pilihan, membayar langsung atau transfer ke Rekening Bank BNI Cabang Cipanas No 019 012 7132 atas nama Balai Besar Taman Nasional Gn Gede Pangrango (PNBP), dan f) mendapatkan kode booking dan mencetak simaksi sementara.
  2. Booking dilakukan secara online dengan mengisi aplikasi formulir pada http://booking.gedepangrango.org/, tiap regu /simaksi hanya terdiri dari 10 orang dengan 1 orang sebagai ketua kelompok.
  3. Layanan online dapat dilakukan 24 jam setiap harinya
  4. Booking diharuskan membayar minimal sebesar 30% dari biaya total. Pelunasan pembayaran dilakukan pada saat pengambilan SIMAKSI.
  5. Apabila dalam tempo 3 hari belum menentukan dan melakukan pembayaran maka sistim akan menghapus data anda secara otomatis.
  6. Dengan menyebut nama ketua kelompok dan tanggal pendakian bukti transfer dapat dikirim melalui e-mail booking@gedepangrango.org minimal H-7 atau H -3 jika quota masih tersedia, atau di fax melalui nomor 0263-512776/519415 serta dibawa ketika mengambil simaksi.
  7. Kode booking dapat digunakan untuk meng-edit data pendaki atau menambah jumlah pendaki, namun tidak dapat digunakan kembali apabila sudah kadalarsa (lebih dari 3 hari) dan telah di VALIDASI.
  8. Segala data yang diberikan harus di validasi ketika mengambil simaksi seperti copy KTP dan bukti setoran. Apabila data KTP tidak valid maka simaksi dapat BATALKAN.
  9. SIMAKSI dapat diambil minimal 1 hari sebelum pendakian di kantor Balai Besar Taman Nasional Gn Gede Pangrango Cibodas pada jam kerja (Senin-Kamis : 08.30-15.00; Jumat - Minggu : 09.00-15.00) Pada hari libur/cuti nasional kami tidak membuka pelayanan booking dan pengambilan simaksi.
sumber : www.gedepangrango.org

Prosedur Pendakian Gunung Rinjani

Prosedur Pendakian Gunung Rinjani
gambar : khatulistiwa.info
A.  Kuota
Jumlah pengunjung pendakian di TNGR sampai dengan saat ini belum adanya pembatasan/kuota, karena jumlah pengunjung yang masih relative kecil (± 10.000 pengunjung/tahun) serta kawasan masih  cukup untuk aktifitas dari pengunjung dengan nyaman.
B.  Pengajuan Ijin Pendakian
Pengunjung yang akan melakukan pendakian/trekking ke Gunung Rinjani diwajibkan untuk mendapatkan ijin. Perijinan ini bertujuan untuk mewujudkan tertib administrasi sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada pengunjung, legalitas/keabsahan sebagai pengunjung TNGR serta untuk memudahkan mengontrol dan memonitor aktifitas pengunjung.

Perijinan untuk pendakian di Gunung Rinjani (Taman Nasional Gunung Rinjani) dilaksanakan dengan sistem Booking (Reservasi), dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Reservasi diberlakukan bagi pendaki yang berasal dari dalam negeri (WNI) atau pendaki luar negeri yang memliki KITAS dan bertempat tinggal (residen) di Indonesia.
  • Atau Warga Negara Asing (WNA) dengan diwakili oleh Trek Organizer (TO) yang ditunjuk.
  • Reservasi dipusatkan di kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Jl. Arya Banjar Getas Lingkar Selatan Kota Mataram Tel/Fax (0370)-641155 E-mail : tn.rinjani@gmail.com Web.: tngr.dephut.go.id atau www.tnrinjani.net Atau juga dapat dilakukan di :

    1. Pintu Masuk Senaru (Pos Pelayanan Terpadu=Rinjani Trekking Center) di Desa Senaru, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.
    2. Pintu Masuk Sembalun (Pos Pelayanan Terpadu=Rinjani Information Center) di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.

  • Apabila pada saat reservasi tidak ada staf, reservasi dapat dilakukan oleh Petugas Piket (Petugas TN, Petugas Koperasi, atau Volunteer) yang ditugaskan, dengan catatan sesudahnya menulis data visitor tersebut pada buku tamu yang tersedia.
  • Pengunjung wajib membayar tiket sesuai dengan besarnya biaya yang tertera.

Pengajuan ijin pendakian ke Gunung Rinjani dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu dengan :
  1. Booking dapat dilakukan melalui Telepon/Faksimil/Email
    Calon pengunjung pendakian / trekking ke Gunung Rinjani (TNGR) dapat melakukan booking melalui telepon/faksimil ke Kantor Balai TNGR (0370) 641155 dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
    1. Layanan telepon dan Faksimil dapat dilakukan pada hari Senin s/d Jum’at  (pukul 08.00 – 15.30 WIB), sedangkan layanan faksimil terbuka pada hari Senin s/d Minggu;
    2. Layanan Email setiap hari (Senin s/d Minggu) dengan menghubungi alamat E-mail : tn.rinjani@gmail.com
  2. LangsungCalon pengunjung pendakian / trekking ke Gunung Rinjani (TNGR) dapat melakukan reservasi melalui dating langsung ke  Kantor Balai TNGR Jl. Arya Banjar Getas Lingkar Selatan Kota Mataram, atau juga langsung ke Pintu Masuk yang ada di Senaru maupun yang ada di Sembalun. Dengan ketentuan :
    1. Di Kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Jl. Arya Banjar Getas Lingkar Selatan Kota Mataram pada hari Seni s/d Jum’at, pukul 08.00 s/d 16.30 waktu setempat.
    2. Sedang untuk di pintu masuk Senaru di Desa Senaru dan Pintu Masuk Sembalun di Desa Sembalun Bumbung dapat dilakukan setiap hari (Senin s/d Minggu) pukul 08.00 s/d 17.00 waktu setempat.
C.  Pengurusan Surat Ijin Pendakian
Pengurusan Surat Ijin Pendakian Ke Gunung Rinjani (disebut juga Surat Masuk Kawasan Konservasi/SIMAKSI) untuk kegiatan pendakian ke Gunung Rinjani, dengan tahapan :

  1. Setiap calon pendaki/Trekking ke Gunung Rinjani yang telah mengajukan ijin pendakian (reservasi) baik yang melalui telepon/faks maupun yang langsung, harus mengurus Surat Ijin Pendakian (disebut juga Surat Masuk Kawasan Konservasi/SIMAKSI)  maksimal sebelum pendakian/trekking.
  2. Waktu pengurusan SIMAKSI pendakian pada hari Senin s/ Jum’at pukul 08.00 s/d 15.30 waktu setempat di Kantor Balai TNGR di Mataram.
  3. Apabila pengurusan dilakukan di pintu masuk, pengurusan di pintu masuk  Senaru di Desa Senaru atau Pintu Masuk Sembalun di Desa Sembalun Bumbung dapat dilakukan setiap hari (Senin s/d Minggu) pukul 08.00 s/d 17.00 waktu setempat.
  4. Pengambilan Surat Ijin Pendakian Ke Gunung Rinjani /SIMAKSI pendakian dapat di Kantor Balai apabila pengurusan dilakukan dilakukan Kantor Balai TNGR di Mataram setiap hari pada jam kerja.
  5. Validasi SIMAKSI pendakian dilakukan oleh Kepala Balai  atau pejabat yang ditunjuk dengan tanda tangan asli / basah, dengan dibubuhi stempel.
  6. Pembayaran tiket/karcis masuk dilakukan di loket pintu masuk pendakian (Senaru atau sembalun) dan diselesaikan pada saat pengambilan Surat Ijin Pendakian / SIMAKSI pendakian.
  7. Segala bentuk perijinan yang dilakukan tidak di tempat-tempat yang telah ditunjuk oleh BTNGR dianggap illegal dan pihak Balai TNGR tidak menanggung akibat yang terjadi.
  8. Surat Ijin Pendakian/SIMAKSI Ke Gunung Rinjani hanya berlaku untuk satu (1) kali masuk/pendakian.

Untuk dapat memperoleh Surat Ijin Pendakian / SIMAKSI pendakian di TNGR, maka setiap calon pendaki harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
  1. Setiap pengunjung diwajibkan mengisi buku tamu dengan mengisi data dengan jelas dan benar
  2. Bagi calon pendaki yang berusia kurang dari 17 tahun, agar dapat didampingi oleh keluarga atau saudara yang dapat menjaga.
  3. Pengunjung disarankan dalam bentuk kelompok (tidak sendiri), baik kelompok dari awal maupun kelompok yang baru dikenal.
  4. Para pendaki disarankan untuk dapat menggunakan jasa porter maupun gaide dari penduduk setempat yang telah mendapatkan disertifikasi/ijin oleh Balai TNGR;

D.  Tiket Masuk
Tiket masuk merupakan bukti legalitas pengunjung/pendaki untuk memasuki kawasan Gunung Rinjani (TNGR) dalam melakukan kegiatan pendakian, dengan uraian : 
  1. Tiket pendakian di TNGR dikenakan sesuai dengan ketentuan yang tercantum pada Peraturan Pemerintah Nomor 59 tahun 1998 tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di Kementerian Kehutanan. Bila terdapat aturan / kebijakan baru tentang tarif tiket di kawasan konservasi, maka tarif tiket pendakian di TNGR akan disesuaikan.
  2. Tiket berlaku untuk usia 5 tahun ke atau.
  3. Harga tiket dikenakan sebesar Rp. 2.500,-/perorang sekali naik untuk wisatawan nusantara, sedang untuk wisatan asing sebesar Rp. 20.000,- per orang sekali naik.
    (mulai 1 April 2014 menjadi Rp. 20.000,- untuk pendaki lokal dan Rp. 250.000,- untuk pendaki mancanegara.)
  4. Setiap pendaki (wisatawan nusantara maupun wisatawan asing) disarankan menggunakan asuransi yang dipercaya/yang ditunjuk wisatawan sendiri.
  5. Harga diskon sebesar 50 % dari tarif normal dapat diberikan untuk pendakian yang bertujuan pendidikan dan pelatihan (Educational Rate) dengan persyaratan sebagai berikut:
    1. Ada surat rekomendasi dari kepala sekolah/dekan/ketua jurusan/pimpinan organisasi yang menyatakan bahwa kegiatan pendakian sebagai bagian dari pendidikan/pelatihan,
    2. Diberikan kepada kelompok pendaki yang bertujuan untuk pendidikan dengan aktivitas yang berkaitan atau sebagai bagian dari mata pelajaran tertentu di sekolah/universitas,
    3. Pendakian merupakan bagian dari upaya peningkatan keterampilan siswa/mahasiswa dalam kerjasama kelompok,
    4. Setiap kelompok/organisasi yang akan melakukan pendakian secara massal harus menyertakan proposal ke kantor Balai TNGR,
    5. Pengurusan harga diskon hanya dilayani di Kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, dengan membawa materai Rp. 6.000,-
    6. Kategori kelompok yang dapat diberikan diskon adalah:
      1. SLTP atau sederajat dari Sekolah Negeri/Swasta;
      2. SLTA atau sederajat dari Sekolah Negeri/Swasta,
      3. Akademi, Perguruan Tinggi Negeri/Swasta,
      4. Serta Lembaga/Kelompok Masyarakat.
    7. Diskon tidak dapat diberikan kepada kelompok seperti yang tercantum dalam point (6) apabila kelompok tersebut menggunakan jasa Tour Operator / Trek Organiser;

E.   Ketentuan Lain-Lain
  1. Mengenal Medan Pendakian
    Pengunjung pemula (baru pertama pendakian ke Gunung Rinjani) disarankan untuk mempelajari karakteristik dari medan pendakian, untuk mengetahuinya dapat dengan membaca di media informasi yang disediakan oleh pengelola, mengajak pendaki yang pernah melakukan pendakian ke Gunung Rinjani, serta bertanya pada petugas.

  2. Pemanduan
    Setiap pengunjung/kelompok dsarankan untuk dapat memanfaatkan jasa pemanduan (Guide/Porter) dari masyarakat setempat yang direkomendasikan oleh petugas.

  3. Perubahan/Pembatalan Surat Ijin Pendakian/SIMAKSI Pendakian
    Perubahan jadwal pendakian, dapat dilakukan dengan sebelumnya memberitahukan kepada petugas setempat, paling lambat sebelum kegiatan pendakian dilaksanakan.

    Bagi calon pendaki yang sudah memegang Surat Ijin Pendakian / SIMAKSI pendakian tidak dapat menambah, jumlah, dan penambahan peserta pendakian diberlakukan sama seperti pengajuan Surat Ijin Pendakian / SIMAKSI Pendakian dari awal.

    Pembatalan oleh calon pendaki dapat diterima, tetapi karcis masuk serta biaya-biaya lainnya yang telah dibayarkan tidak dapat dikembalikan (segala biaya menjadi resiko pendaki),

    Pembatalan Surat Ijin Pendakian/ SIMAKSI pendakian dapat dilakukan jika terjadi Force Majeur, yaitu terjadinya bencana alam, seperti gunung meletus, angin kencang, hujan lebat, kebakaran hutan dan lain-lain yang dapat mengancam keselamatan pendaki, sehingga TNGR perlu menutup kegiatan pendakian tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Dalam hal ini, tiket masuk yang telah dibayarkan oleh pendaki dapat ditarik dan diuangkan kembali.

  4. Batas Lama Pendakian
    1. Batas lama pendakian yang diijinkan di TNGR untuk wisatawan antara 3 s/d 5 Hari, apabila lebih dari batas yang telah ditentukan agar dikomunikasikan dengan petugas,
    2. Jika ada tujuan khusus seperti ziarah, ritual budaya, dll dapat diberikan kelonggaran masalah waktu/lama pendakian (dengan menyesuaikan lamanya waktu yang dibutuhkan), serta dapat dikomunikasikan dengan petugas serta mendapatkan ijin dari Kepala Balai TNGR,
    3. Bila pendaki melanggar ketentuan batas lama pendakian maka dianggap melanggar dan akan dikenakan sanksi.

  5. Penutupan Pendakian
    Penutupan jalur pendakian merupakan salah satu bentuk pengelolaan pendakian yang dilakukan dalam rangka pemulihan (recovery) ekosistem, antisipasi bahaya kebakaran akibat musim kemarau, dan antisipasi cuaca dingin akibat musim hujan yang disertai angin yang dapat membahayakan para pendaki.

    Mekanisme penutupan ada 2 yaitu rutin dan insidentil (sewaktu-waktu bila dibutuhkan) yang kepastian penutupannya akan dikeluarkan oleh Balai TNGR dan diumumkan melalui pintu-pintu masuk dan di Kantor Balai TNGR).

A.    Penutupan Rutin
Penutupan jalur pendakian secara rutin direncanakan dilakukan selama 1 kali dalam 1 tahunnya yaitu pada waktu musim penghujan pada waktu puncak-puncaknya (biasanya terjadi pada bulan Desember s/ bulan Maret), selain hujan biasanya bahaya angin kencang menyertai pada waktu-waktu tersebut.

B.    Penutupan Insidentil
Penutupan pendakian dapat juga dilakukan sewaktu-waktu oleh Balai TNGR bila diperlukan. Pendakian akan ditutup sementara bila terjadi bahaya gunung meletus, tanah longsor, angin ribut, dan kebakaran hutan untuk melindungi pengunjung dari bahaya kecelakaan.

Salam Lestari.
Sumber : http://www.tnrinjani.net/

3 Gunung di Jawa Tengah yang cocok untuk pendaki pemula

3 Gunung di Jawa Tengah yang cocok untuk pendaki pemula

Mendaki Gunung bukanlah proses instan yang dapat dengan mudah kita lakukan tanpa banyak persiapan sebelumnya. Mendaki Gunung memerlukan banyak perhitungan dan pengalaman yang mungkin akan banyak membantu kita nantinya saat dalam perjalanan. 

Kali ini saya akan berbagi kepada anda tentang 3 gunung yang cocok untuk pendaki pemula. Gunung yang saya tuliskan ini hanya 3 gunung yang terletak di provinsi Jawa Tengah, 3 Gunung tersebut adalah

  1. Gunung Prau

    Gunung dengan ketinggian 2565 mdpl mempunyai pemandangan indah yaitu pemandangan gunung lain mulai dari Gunung Sindoro, Sumbing , Merbabu , Merapi bahkan lawu yang berdiri dengan gagah dan indahnya dapat kita nikmati dari Gunung Prau.


    Gunung ini terletak di kawasan Wisata Dieng, Jalur yang paling banyak di minati oleh para pendaki adalah jalur via Patakbangteng Kabupaten Wonosobo, jalur ini cukup pendek, untuk dapat mencapai puncak Gunung Prau, anda hanya membutuhkan waktu 2,5 sampai 4 jam. baca Mendaki Gunung Prau

  2. Gunung Lawu
    Gunung yang terkenal dengan warung Mbok Yem ini terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jalur pendakian yang saya rekomendasikan untuk mencapai Puncak Hargo Dumilah Gunung Lawu adalah via Cemoro Sewu di Kabupaten Magetan Jawa Timur.

    Gunung Lawu cukup ramah untuk pendaki karena track atau jalurnya sudah di buat atau di tata dengan rapi. Gunung Lawu tidak hanya di daki oleh para Pecinta Alam atau Pendaki Gunung saja, tapi juga peziarah pada tanggal-tanggal tertentu. Selain itu, Gunung lawu juga terdapat warung yang sangat legendaris yaitu warungnya Mbok Yem, yang terkenal dengan menu Soto nya. lebih lengkapnya baca mendaki gunung lawu

  3. Gunung Merbabu
    Gunung Merbabu memiliki ketinggian 3142 mdpl, gunung ini bersebelahan dengan Gunung Merapi. Untuk pendaki semula, saya rekomendasikan mendaki Gunung Merbabu Via Wekas. Jalur Wekas adalah jalur yang paling landai dan cocok untuk pendaki pemula seperti saya. Untuk sampai di Wekas anda tinggal naik bus jurusan Magelang, turun di terminal Magelang, kemudian cari minibus jurusan kopeng dan minta turun di gerbang pendakian Merbabu via Wekas. 

    Jalur pendakianya cukup landai, dan tidak membingungkan karena anda tinggal mengikuti aliran pipa air yang nanti akan membawa anda sampai di Pos II. Di Pos II pipa ada yang bocor sehingga anda bisa mengambil air dari pipa tersebut untuk keperluan anda. Anda juga bisa mendirikan tenda di POS II ini dan melanjutkan perjalanan anda menuju puncak dengan meninggalkan tenda anda di sini. Jadi anda tidak perlu membawa semua logistik anda sampai puncak, cukup bawa air, makanan, dan jas hujan saja.

    Menurut saya Gunung Merbabu memiliki keindahan tersendiri yang berbeda dengan Gunung lain yang pernah saya daki. Gunung ini juga mmemiliki Edelweiss yang masih cukup banyak untuk anda nikmati keindahanya. Edelweissnya berwarna putih bersih, indah sekali untuk di pandang. lebih lengkapnya baca mendaki Gunung merbabu via Wekas

    Selamat Mendaki
    Keep Safety
    Salam Lestari